BLANTERWISDOM101

Humor Receh Bikin Ketawa

Minggu, 28 April 2019

Humor Receh: Potong Rambut

Si Mono memanggil tukang cukur keliling yang kebetulan lewat depan rumahnya, ia berniat mencukur rambutnya.
Mono: “Bang! Tukang cukur, cukur sini bang!”
Tukang Cukur: “Mau cukur Mon?”
Mono: “Di bikin pendek berapa harganya bang?”
Tukang Cukur: “Murah cuma 15.000 Mon.”
Mono: “Kalau botak berapa bang?”
Tukang Cukur: “Kalau botak lebih murah lagi, hanya 5.000.”
Mono: “Ya sudah kalo gitu di bikin pendek aja bang biar rapi.”
Kemudian si tukang cukur segera mencukur rambut si Mono, setelah rapi Mono membayar tukang cukur dengan uang 20.000an.
Tukang Cukur: “Wah nggak ada kembaliannya Mon,ni aja baru penglaris.”
Mono: “Waduh gimana yach bang gak ada receh saya nich bang.”
(Sambil garuk kepala Mono berpikir, setelah lama berpikir kemudian Mono memutuskan).
Mono: “Ya udah bang, kalau gitu yang 5.000 botak aja.”
Tukang Cukur: “!@#$%^&*()_+”

Humor Receh: Dompet Pengemis

Hari Minggu adalah hari yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, pacar, teman, atau orang tersayang. Dan hari Minggu ini Ateng akan menghabiskan waktu liburannya dengan berjalan-jalan bersama temannya ke Monas. Karena Ateng warga baru di kota Jakarta, maka ia terlihat begitu kagum saat pertama kali menginjakkan kaki di Monumen Nasional itu. Pulang dari Monas, tak disangka-sangka Ateng bertemu dengan seorang pengemis.
Pengemis: “Pak, minta uang pak, 100 ribu aja.”
Ateng: (Dalam hati) “Buset, ini pengemis minta duitnya gak kira-kira, ya.” (sambil menolak) “Maaf pak, tidak ada.”
Pengemis: “Kalo gitu 50 ribu aja, pak. 50 Ribu.”
(Ateng menggelengkan kepala). “10 ribu deh, pak. Buat makan saya nanti malem.” (Ateng terdiam, bingung antara ingin memberi atau tidak).
Pengemis: “Yaudah deh pak, seribu aja. Saya minta seribu doang lho, pak.”
Ateng pun hendak memberinya uang selembar pecahan seribu rupiah. Namun sayang, saat itu Ateng tidak punya uang receh di dompetnya.
Pengemis: “Ah, si Bapak, saya minta duit seribu gak dikasih, 10 ribu gak dikasih juga, apalagi 100 ribu. Ternyata dompet Bapak lebih tipis dari dompet saya.”
Share This :

0 komentar